JAKARTA, AGENZKREATIF.ID — Penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi bagi desainer domestik, tetapi juga menjadi jembatan strategis menuju pasar global. Pada edisi ke-14 ini, panitia secara resmi mengumumkan langkah terobosan melalui kolaborasi internasional bersama para pelaku industri mode dan kriya kulit (leathercraft) terkemuka asal Italia.

Sinergi lintas negara ini dihadirkan untuk memperkuat daya saing produk mode lokal, memperluas jejaring ekspor, serta mendorong transfer teknologi dan keahlian (skills transfer) antara kreator Indonesia dan pengrajin kelas dunia dari Eropa.

Sinergi Wastra Nusantara dan Standar Kualitas Internasional
Italia yang dikenal sebagai salah satu kiblat mode dunia dan pusat pengolahan bahan kulit berkualitas tinggi, dinilai sebagai mitra yang ideal untuk diajak berkolaborasi.

Lewat program ini, para desainer Indonesia mendapatkan ruang diskursus dan peluang untuk memadukan keindahan kain tenun tradisional—seperti Ulos—dengan material serta standar teknik pengerjaan (craftsmanship) khas Italia.Ketua Umum APPMI sekaligus Presiden IFW, Poppy Dharsono, menegaskan bahwa kerja sama internasional ini merupakan langkah konkret untuk membawa karya anak bangsa menembus pasar ritel global secara berkelanjutan.”

Indonesia memiliki kekayaan wastra yang luar biasa, sementara Italia memiliki keunggulan pada standar presisi, pengerjaan kriya kulit, dan sistem distribusi global. Penggabungan dua kekuatan ini akan menciptakan produk hybrid bernilai ekonomis tinggi yang siap bersaing di panggung mode internasional,” ungkap Poppy Dharsono saat ditemui di lokasi pameran JCC Senayan.

Pertukaran Pengetahuan dan Peluang Akses Pasar Eropa
Rangkaian kolaborasi ini diisi dengan berbagai agenda strategis, mulai dari peragaan busana kolaboratif, sesi creative forum, pertukaran desainer, hingga forum bisnis Business-to-Business (B2B) yang mempertemukan perancang busana tanah air dengan perwakilan asosiasi serta pembeli (buyers) dari Eropa.Melalui kemitraan ini, para pelaku usaha mode dan kriya di Indonesia berkesempatan mempelajari standar manajemen produksi internasional, tren pasar Eropa, hingga strategi pemenuhan prinsip sustainability (keberlanjutan) yang kini menjadi syarat utama di pasar global.

Memperkuat Posisi Indonesia di Peta Mode Dunia
Langkah kolaboratif ini disambut positif oleh berbagai pemangku kepentingan industri kreatif. Kolaborasi dengan Italia di ajang BTN IFW 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekspor sektor ekonomi kreatif nasional, tetapi juga semakin mengukuhkan identitas Indonesia sebagai produsen busana berbasis warisan budaya yang diakui secara global.Informasi lengkap mengenai jadwal forum diskusi internasional dan pameran kolaborasi ini dapat diakses melalui portal resmi media centre BTN IFW 2026 dan kanal berita Agenz Kreatif Indonesia.

Informasi Kontak Media:
Redaksi & Media Centre Agenz Kreatif Indonesia
Email: agenz.co@gmail.com
Website: www.agenzkreatifindonesia.com